BELANJA KREDIT ONLINE

Rabu, 13 Mei 2015

KISAH NABI MUSA


Berabad abad lamanya, Mesir diperintah oleh raja yang menamakan dirinya Firaun. Mereka memerintah secara turun temurun. Kerana kebebasan dan kekuasaan yang ada pada raja Firaun, setiap yang menjadi raja itu, semakin lama semakin
kejam dan ganas juga. 

Bukan saja mereka menganggap dirinya paling kuasa, malah melebihi dari itu, yaitu mereka beranggapan bahawa diri mereka itu Tuhan yang harus disembah oleh semua manusia, karena mereka berpendapat tidak ada makhluk lain
yang lebih kuasa, daripada mereka. 

Lebih lebih lagi terhadap bangsa asing yang hidup di negerinya yaitu Bangsa Israel yang berasal dari daerah Palestina, mereka selalu disiksa, penghidupannya disempitkan. Dengan kesalahan yang kecil,mereka dianiayai se berat beratnya. Demikianlah politik pemerintahan Firaun di waktu itu. 

Pada suatu hari, tukang tenungnya sendiri datang menghadap Firaun dan berkata: Akan lahir seorang anak lelaki di kalangan Bangsa Israel yang tinggal di Mesir ini. Anak itu nanti akan mengalahkan engkau dengan pemberontakan – pemberontakannya dan tidak akan mengakui engkau sebagai Tuhan dan rajanya lagi. Mendengar itu Firaun dengan segera mengeluarkan peraturan istimewanya di mana dinyatakan bahawa setiap anak lelaki Bani Israel yang dilahirkan pada waktu itu harus dibunuh, kecuali anak anak perempuan saja yang dibiarkan hidup. 

Demikianlah siasat jahat guna memusnahkan Bangsa Israel yang menetap disitu. Di waktu berlakunya undang undang itulah ibu Musa sedang mengandung dan sudah dekat melahirkan anak, yaitu Nabi Musa,anak Bani Israel yang mana peraturan itu berlaku bagi dirinya.Alangkah sedihnya hati Yukabad, yaitu ibu Nabi Musa yang sedang mengandung dan sudah dekat waktunya melahirkan, sekalipun dia sendiri belum mengetahui apakah anaknya itu lelaki atau pun perempuan. Dia terpaksa bersembunyi saja di rumahnya, agar jangan diketahui orang bila melahirkan anak. Dalam keadaan sedang bersembunyi itulah pada suatu hari Nabi Musa dilahirkan.

Alangkah terkejutnya demi di lihat sang ibu, bahwa bayi yang dilahirkannya itu adalah seorang anak lelaki. Dia tidak berputus asa dan dia percaya juga bahawa anaknya itu akan hidup terus, sedapat mungkin akan ia pertahankan, jangan sampai menjadi korban undang undang yang dikeluarkan Firaun itu. Khabar kelahiran ini disimpannya baik baik, tidak terdengar oleh Firaun dan mata matanya. Tiga bulan lamanya bayi Musa itu dapat dijaga oleh ibunya sendiri, dengan tidak diketahui oleh Firaun dan kakitangannya.

Tetapi makin lama peraturan itu dijalankan makin bertambah keras juga. Pasukan pengintip diperbanyak, untuk mengetahui tempat dan nama tiap tiap perempuan mengandung dan anak anak yang baru lahir.Tuhan lalu mewahyukan kepada ibu Musa, agar bayinya diletakkan ke dalam peti, lalu dihanyutkan ke Sungai Nil yang mengalir di hadapan rumahnya. Dengan hati yang tenang dan sabar, ibu Musa menurutkan ajaran wahyu itu. Bayinya dimasukkan ke dalam peti, lalu dihanyutkan ke Sungai Nil. Bayi yang dihanyutkan itu diiringkan dengan mata sedih oleh saudara perempuan Nabi Musa sendiri, untuk mengetahui ke mana perginya anak bayi ini nantinya. 

Alangkah terkejut saudara perempuan dan ibu Nabi Musa, ketika diketahuinya, bahawa peti yang membawa bayinya itu terhenti di hadapan istana Firaun, lalu diambil oleh isteri Firaun. Ibu Musa cemas kalau kalau bayinya dibunuh oleh Firaun. Tetapi Allah lebih berkuasa. Baru saja isteri Firaun melihat wajah bayi yang hanyut terapung katung dengan sebuah peti di dalam sungai itu, timbul cinta kasih dalam hatinya terhadap bayi itu. Lalu anak itu diambil dan digendongnya, dibawa dan diperlihatkannya kepada suaminya yaitu Firaun dengan berkata: Saya suka kepada anak ini, mari dia kita jadikan anak kita sendiri. Firaun sendiri pun lupa akan peraturan yang dikeluarkannya. Dia pun turut tertarik untuk menjadikan bayi itu menjadi anaknya sendiri. 

Begitulah Nabi Musa dibesarkan dan dididik di rumah musuh besarnya, dengan siapa nantinya Nabi Musa itu sendiri akan berjuang. Alangkah senang hati Yakubad melihat dan mendengar keadaan bayinya yang selamat itu, dipelihara oleh raja besar.Sekarang Firaun dan isterinya sibuk mencari perempuan yang dapat mengasuh dan menyusui anak angkatnya itu. Banyak sudah perempuan perempuan Mesir datang melamar untuk mengasuhnya, tetapi setiap kali hendak disusukan oleh mereka ke mulut Musa, Musa menolak tidak mau menyusunya.Akhirnya Firaun memerintahkan kepada Haman untuk mencari perempuan yang mahu disusui oleh bayi itu. Haman terpaksa mengendong Musa itu ke sana ke mari untuk mencari perempuan yang dimaksudkan itu. 

Banyak sudah perempuan yang bersedia,tetapi Musa tetap tidak mahu menyusu kepada mereka, malah tangisnya semakin keras juga yang menandakan dia sangat haus. Bertemulah akhirnya dengan seorang perempuan, yang juga menawarkan diri untuk menyusukannya. Baru saja dia membuka susunya, dengan cepat bayi itu menyusu kepadanya. Alangkah heran Firaun melihat kejadian itu dan berkata: Siapakah engkau ini, tidak seorang juga perempuan selain engkau yang mau dia menyusu kepadanya.Perempuan itu ialah Yukabad, ibu dari bayi itu sendiri, ibu Nabi Musa. Dijawabnyalah perkataan Firaun itu: Saya perempuan yang baik baik, pula baik susunya. Setiap bayi suka sekali menyusu kepada saya.

Begitulah Musa diserahkan kepada ibunya sendiri untuk dipelihara, diasuh dan disusukan. Dan ibu Musa mendapat upah yang lumayan dari raja Firaun yang kaya raya itu. Demikianlah caranya Allah memelihara Musa dan membalas kesabaran dan ketabahan hati ibu Musa yang telah sudi menurutkan bunyi wahyuNya.

NABI MUSA MENUJU KE MADYAN

Dengan bersembunyi Musa lalu keluar meninggalkan kota itu, karena marabahaya buat keselamatan dirinya. Dia menghadapkan mukanya ke hadrat Allah memohon perlindungan dari segala bencana yang diniatkan orang atas dirinya. delapan hari delapan malam lamanya dia berjalan terus menerus menuju ke Madyan (perbatasan Hijaz dan Syam) dengan seorang diri, tidak ada teman, selain perlindungan Allah semata, tidak ada perbekalan selain takwa kepada Allah. 

Berjalan tanpa sepatu pula, sehingga pecah kakinya. Dengan di timpa kelaparan hebat, sehingga dia tidak sanggup lagi membunuh nyamuk dengan tangannya karena lemah dan letihnya. Sekalipun begitu, namun perjalanan diteruskan, bukan mencari keuntungan uang dan lainnya, tetapi semata mata untuk menjauhkan diri dari bahaya Firaun dan kaumnya, menghindarkan dirinya dari orang orang yang berniat buruk dan selalu mencari dia.

Akhirnya tibalah dia di Madyan. Dilihatnya banyak manusia berkumpul dan berkerumun. Setelah didekatinya, tahulah dia bahwa di sana ada sumur. Mereka adalah orang orang gembala yang sedang berebutan dahulu mendahului untuk mengambil air dari dalam sumur itu, untuk minum mereka atau kambing kambingnya. Agak tersisih dari orang banyak itu, Musa melihat pula dua orang anak perempuan sedang menjaga kambing kambingnya yang sangat kurus, jauh berbeda dengan kambing kambing orang banyak yang gemuk gemuk semuanya itu. Kedua anak perempuan itu terpaksa menyisihkan diri untuk menjaga kehormatan dirinya, tidak mau berdesak desak berebut mengambil air. 

Dengan sabar dia menunggu orang banyak itu selesai semuanya baru dia mengambil pula air untuk kambing kambingnya. Kadang kadang dia temui sumur itu telah kosong, dari itulah maka kambing kedua perempuan itu kurus kurus, sedang kambing orang banyak itu gemuk gemuk. 

Dan ini pulalah yang menyebabkan kedua anak perempuan itu selalu terlambat pulang ke rumahnya, karena menunggu orang banyak selesai lebih dahulu.
Melihat keadaan yang demikian, bergolak pulalah dalam jiwa Musa perasaan untuk melindungi orang yang teraniaya. Musa mendekati kedua anak perempuan itu lalu bertanya: Kamu berdua sedang apa di sini?

Kedua anak perempuan itupun menerangkan kepada Musa, bahwa dia menunggu selesainya orang banyak, untuk mengambil air pula dari sumur itu. Kami tidak mau berdesak- desakan dengan lelaki sebanyak itu. Kami terpaksa datang mengambil air ke mari, karena bapak kami sudah tua, tidak mungkin untuk datang sendiri ke mari.

Mendengar cerita kedua anak perempuan itu, Musa timbul rasa kasihannya. Dia bangkit berdiri mengambil air dari sumur itu, berdesakkan dengan orang banyak, lalu diminumkan kepada kambing kambing kedua anak perempuan itu. Kemudian Musa menuju ke tempat yang agak teduh, ia duduk di situ melepaskan lelahnya. Dirasakannya benar benar penat, letih dan lapar, dia memohon kepada Tuhan untuk dikasihi atas kemiskinan dirinya itu. Kedua anak perempuan itu dengan pertolongan Musa dapat pulang ke rumahnya agak segera dari yang sudah sudah, sehingga bapanya merasa heran, lalu bertanya apa sebab mereka agak lekas pulang kali ini. 

Mendengar cerita anak anaknya, timbul dalam hati orang tua itu (menurut ahli sejarah, orang tua ini ialah Nabi Syuaib) ingin berkenalan dengan Musa, sehingga diutuskannya salah seorang dari anak perempuannya itu untuk memanggil Musa datang kepadanya.Setelah sampai anak perempuan itu ke dekat Musa, dengan malu malu ia berkata: Saya diutus bapak untuk memanggilmu agar sudi datang ke rumahku, karena bapak telah berhutang budi atas kebaikanmu yang telah menolong kami. 

Musa mengabulkan undangan anak perempuan yang diperintahkan bapaknya itu. Keduanya sekarang berjalan beriring iringan menuju rumah anak perempuan itu. Anak perempuan di belakang, sedang Musa di muka, untuk menjaga kehormatan kedua belah pihak. Setiba di rumah, dia disambut oleh Syuaib (bapa perempuan itu) dengan dada yang lapang dan rasa terima kasih atas kebaikan dan pertolongan Musa. 

Anak muda itu diminta menceritakan hal ihwal dirinya; maka diceritakannya dari awal sampai akhirnya, sehingga tahulah orang tua itu akan sebab dan rahsia perjalanannya yang jauh itu.Orang tua itu mendengarkannya dengan tenang. Tampaklah olehnya sifat sifat baik yang ada pada Musa. Orang tua itu menenangkan jiwa Musa dengan berkata: Jangan khuatir, di sini engkau akan bebas dari pengejaran kaum yang zalim itu.

MUKJIZAT-MUKJIZAT NABI MUSA

Dengan harapan penuh supaya Firaun insaf akan kekurangan dirinya, insaf akan kebesaran Tuhannya, maka Musa coba coba memperlihatkan mukjizat yang telah dikurniakan Allah kepadanya, untuk dipertontonkan kepada Firaun, sesudahterbukti bahwa Firaun tidak mau tunduk kalau hanya dengan kata kata belaka. 

Bukan terhadap Firaun saja, tetapi hendaknya dapat pula menginsafkan para bangsawan yang tak lebih dan tak kurang pada kekafiran mereka, bahkan mereka itulah sebenarnya yangtelah menghasut dengan nasihat nasihatnya yang amat kejam,sehingga Firaun menjadi bertambah sesat dan kejam juga. Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah menurunkan berbagai rahmat dan nikmat, Musa mulaimemperlihatkan mukjizatnya yang besar. 

Tongkat yang berada di tangannya, dilemparkannya ke tanah. Tiba tiba tongkat itumenjadi ular besar, sehingga Firaun dan para bangsawannya betul betul takjub melihatnya.Cobalah mukjizaterlihatkan yang lainnya lagi ! Kata Firaun kepada Musa, dengan harapan Musa tidak akan dapat lagiberbuat apa apa selain semacam itu saja. 

Musa segera memasukkan tangannya ke ketiaknya. Sejurus kemudian tangan itu dikeluarkannya. Tangan tersebut mengeluarkan sinar yang berkilau kilauan, lebih hebat dari cahaya kilat, sehingga dunia menjadi terang benderangkerananya, mata Firaun dan para bangsawannya menjadi silau. Firaun merasa sudah tidak mempunyai daya lagi untuk mengalahkan Musa. Dia berpaling menuju ke tempatnya bersama sama dengan para bangsawannya. Dalam hatinya timbul berbagai bagai fikiran jahat, dengan cara bagaimana dapat mengalahkan Musa. Kehebatan Musa itu dicoba diperkecil - kecilkannya, dia menganggap bahwa itu semua sihir semata. 

Dia lupa akan kebesaran Allah yang telah memberikan mukjizat itu.Berkata Firaun kepada para bangsawannya: Kedua tukang sihir itu (Musa dan Harun), rupanya ingin mengalahkan kita dengan sihirnya, ingin mengeluarkan kita darinegeri ini dengan kekuatan sihirnya. Bagaimanakah pandangan kamu sekalian tentang hal ini? Semua bangsawan dan pembesarnya itu menjawab:Kedua orang itu perlu kita kalahkan, dengan mendatangkan semua ahli ahli sihir bangsa kita yang telah masyhur kepandaiannva itu, untuk mengalahkan Musa, bahkan untuk melenyapkan kedua mereka itu dari permukaan bumi ini. 

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Mesir di masa Firaun itu masyhur sekali dengan ilmu sihirnya. Keahlian tukang sihir Mesir ketika itu telah dapat mengalahkan semua tukang tukang sihir yang bagaimanapun juga pintarnya di atas dunia ini. Dan atas kehebatan ilmu sihir para pengikutnya itulah, maka Firaun dapat berkuasa dan menjadi raja besar.

Fikiran para bangsawan dan pembesar itu masuk pula di akal Firaun. Semua tukang sihir diperintahkan datang berkumpul,dari seluruh pelosok Mesir, baik dari desa maupun dari kotanya.Lalu Firaun berkata kepada Musa: Apakah engkau sengaja datang ke mari untuk mengusir kami dari negeri kami dengan kekuatan sihirmu itu, hai Musa?

Ditegaskannya oleh Firaun, bahwa Musa tidak akan dapat berbuat lebih dari itu, karena rakyat Firaun sudah termasyhur ahli tentang ilmu sihirnya. Musa diperintahkannya untuk berhadapan dengan tukang tukang sihir yang sudah dikumpulkannya itu guna mengadukan kepintaran. Musa menurut agar pertandingan kepintaran itu diadakan di hadapan rakyat banyak, agar orang banyak dapat mengetahui, siapa yangbenar dan siapa pula yang tidak benar dan palsu dalam hal ini.

Dalam pada itu Firaun dengan segala daya upayanya, memilih diantara tukang tukang sihir yang berpuluh puluh ribu itu,beberapa ribu saja yang benar benar pintar dan telah terbukti kepintaran mereka. Untuk dihadapkan kepada Musa untuk mengalahkannya, bahkan kalau dapat untuk melenyapkan Musa sekalian. Kepada masing masing tukang sihir itu dijanjikan oleh Firaun akan pangkat yang tinggi dan harta sebanyak banyaknya, bila tukang tukang sihir itu berjaya mengalahkan Musa dalam hal ini. 

Hari yang telah ditetapkan itupun datanglah. Baik Firaun dan para bangsawannya, maupun semua tukang sihir yang ribuan jumlahnya itu sama sama berkumpul di tanah lapang yang luas,dimana hampir seluruh rakyat pun turut menjadi penonton. Nabi Musa dan Harun berdua saja, tampil ke tengah tengah lapangan pertandingan. Di tempat itu berkatalah Musa kepada sekalian tukang sihir : Celaka besar bagi orang yang berbuat dusta tentang Allah. Kamu sekalian sudah mendustakannya, kamu kira mukjizat ini sebagai sihir, kamu persamakan saja antara sihir dengan mukjizat,antara yang batil dengan yang hak. 

Barangsiapa yang mencoba memalsukan yang hak dan membenarkan yang palsu, maka orang itu akan kalah dan rugi semata mata. Seruan dan kata kata Musa yang singkat itu, rupanya lancar sekali masuknya ke dalam telinga tiap tiap tukang sihir itu. Dan kata kata ini akan memberi saluran yang baik sekali dalam fikiran mereka untuk mencari jalan yang benar, di antara dua keadaan yang saling bertentangan, yang sedang mereka hadapi sekarang ini. 

Tiba tiba semua tukang sihir yang puluhan ribu jumlahnya itu,dipanggil oleh Firaun untuk berkumpul dan berbaris dengan gagah, sedang di masing masing tangan mereka tergenggam seutas tali dan sebuah tongkat. Hal itu sengaja dikerjakan oleh Firaun, untuk memperlihatkan kekuasaannya kepada Musa dan Harun, agar Musa dan Harun takut dan orang banyak bersemangat. Dengan demikian, orang banyak rata rata sekarang ini percaya akan kemenangan tukang tukang sihir yang banyak itu, yakin bahwa Musa dan Harun akan dapat dikalahkan dan dibinasakan di tengah tengah pertandingan itu. 

Firaun segera memerintahkan untuk mulai pertandingan. Lalu berkata tukang tukang sihir itu kepada Musa: Apa kamu akan memulai mempertunjukkan kehebatanmu, ataukah kami yangakan memulainya? Musa dan Harun sedikitpun tidak gentar akan semua pertunjukan kekuasaan Firaun itu. Dengan tak khuatir sedikitpun, tukang tukang sihir itu dipersilakan memulai akan kehebatan sihirnya. Dengan memperlindungkan diri kepada Allah, serta berdoa akan pertolongan Allah, Musa mempersilakantukang tukang sihir itu melepaskan tali dan tongkat tongkat mereka. Dengan serentak, mereka melepaskan tali dan tongkat daritangannya masing masing. 

Di hadapan Musa dan Harun tiba tiba merayaplah beribu ribu ekor ular kecil, yang kesemuanya menuju ke arah Musa dan Harun, untuk membinasakan mereka berdua. Jelas terdengar oleh Musa akan wahyu Allah ketika itu:Jangan takut, hai Musa, engkaulah yang lebih unggul. Musa segera melepaskan tongkatnya, seketika itu juga menjelma menjadi seekor ular yang luar biasa besarnya. Semua ular yang kecil kecil itu segera ditelannya sampai habis, dalam waktu sekejap mata saja. Melihat kejadian itu semua tukang tukang sihir merasa takjub dan tercengang. Tampaklah oleh mata kepalanya sendiri, bagaimana kebenaran dapat melenyapkan kepalsuan, begitu pula yang hak dapat menyapu bersih akan kesesatan. Sekalian tukang sihir itu, dengan serentak tunduk dan bersujud di hadapan Musa dan Harun, karena mereka menginsafi akan kesesatan perbuatannya serta ilmunya, mereka bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, atas segala dosayang telah mereka lakukan selama ini. Menggetarlah tubuh Firaun menahan kemarahan, setelah ia melihat kejadian itu. Terasa olehnya mahkota yang berada di kepalanya bergerak mau roboh, kekuasaannya yang diharapkannya akan bertambah kuat, tetapi ternyata malah semakin merosot. 

Kejadian yang dilihatnya itu, dirasakannya seolah olah angin taufan yang paling dahsyat, yang mungkin akan dapat menumbangkan kerajaan yang didirikannya di atas segala kepalsuan dan kebodohannya. Karena banyaknya orang orang yang sama tunduk dan beriman kepada Musa dan Harun, lalu Firaun mengeluarkan undang - undang darurat yang mengancam kepada siapa yang keluar dari ketaatan terhadap dirinya. 

Berbagai-bagai hukuman dicantumkan dalam undang undang yang baru itu, ada hukuman potong tangan, potong kaki, hukum gantung, salib dan sebagainya. Kalau rasa keimanan telah meresap ke dalam jiwa seseorangmanusia, walaupun dengan kekuatan senjata apa saja, keimanan itu tidak akan dapat dicabut keluar, Tidak ada sebuah kekuasaan yang bagaimana juga besar dan perkasanya yang sanggupmem-belokkan hati orang yang beriman itu, sekalipun dengan ancaman ancaman yang bagaimana juga hebat dan beratnya,Mereka yang telah beriman itu hanya berkata: Kami beriman kepada Tuhan, agar diampuniNya segala kesalahan dan dosa dosa kami, yang telah kamu paksakan terhadap kami untukmengerjakan serta mempelajari sihir. Allah lebih baik dan lebih kekal.

BANI ISRAEL SESAT DAN INGKAR LAGI

Di zaman itu sungguh tidak ada satu bangsa di dunia ini yang paling banyak menerima rahmat dan nikmat serta tuntunan dari Allah, selain bangsa Bani Israel itu. Bukan hanya nikmat yangberupakan hasil bumi dan binatang ternakan serta kekayaan alam saja, tetapi pula kekuasaan, kepintaran dan sebagainya. Lebih lebih lagi rahmat Tuhan yang telah melepaskan mereka dari beberapa siksaan atas diri mereka, ketika mereka berada diMesir, di bawah jajahan Firaun. Mereka dilepaskan dan dimerdekakan Tuhan dari kehinaan dan ketakutan di bawah pimpinan Nabi Musa dan Harun. 

Mereka disesatkan oleh Samiri,kemudian dibetulkan Allah dan diampuni dosa mereka. Begitupula sewaktu mereka terkepung oleh tentera Firaun sampaiterdesak ke laut, maka dibentangkan Allah jalan raya di atas lautan itu, lalu Allah menghancurkan Firaun serta tenteranya dihadapan mata kepala mereka sendiri, agar mereka dapat hidup aman di atas bumi ini. Kepada mereka diturunkan Tuhan makanan dari langit, yang berupakan Manna dan Salwa, ketika mereka sedang berada ditengah tengah padang pasir di mana tidak ada makanan dan minuman. 

Kalau tidak demikian, sudah pasti mereka akan mati kelaparan di tengah padang pasir yangpanas terik itu.Lebih besar dan hebat lagi rahmat dan nikmat Tuhan kepada Bani Israel, karena Bangsa Israellah yang diangkat Tuhan menjadi orang orang yang mulia, menjadi Nabi dan Rasul yang besar, untuk memimpin mereka, mengeluarkan dari lembah kebodohan, kesesatan dan kesengsaraan, menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang memimpin. Berulang kali nikmat dan rahmat itu silih berganti diturunkan Tuhan kepada mereka, berulang kali pula mereka silih berganti sesat dan mendurhaka akan ajaran Allah.

Sungguhpun begitu,Allah masih memberikan juga ampunan kepada mereka, berkat doa dari para Nabi dan Rasul mereka. Untuk menyempurnakan rahmat dan nikmat Tuhan terhadap mereka, telah disediakan Allah sebuah negeri yang dinamakan negeri suci, yaitu Syria yang sekarang ini. Di situlah mereka akan hidup aman dan tenteram, serta bahagia, berkuasa dan tidak dikuasai bangsa lain. Maka diperintahkan oleh Tuhan, agar mereka di bawah pimpinan Musa segera memasuki negeri yang sudah disediakan Allah, untuk tempat tinggal mereka. Ini adalah suatu perintah Tuhan yang wajib ditaatinya bersama sama dengan Nabi Musa dan Harun. Perintah ini disampaikan Nabi Musa kepada mereka itu:Masuklah kamu ke tanah suci Syria yang telah diwajibkan olehAllah atasmu. 

Janganlah kamu mundur ke belakang, karena merasa takut untuk melawan musuhmu yang sedang berkuasa dinegeri itu. Jika ternyata kamu mundur, sungguh kamu ini adalah orang orang yang rugi. Tetapi karena mereka mengetahui bahwa di dalam negeri itu berdiam orang orang yang kuat dan berani, maka untuk menghindarkan dirinya dari pertempuran, sebab takut mati,perintah Allah itu mereka tampik, serta mereka menjawabkepada Musa: Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri ini berdiam beberapa orang yang gagah berani, Kami tidak akan berani memasukinya,sebelum mereka yang gagah berani itu keluar dari sana. Jika mereka sudah keluar dari sana, baru kami berani masuk kedalamnya.Mendengar jawapan dan sanggahan mereka itu, Musa dan Harun yang merasa takut akan ditariknya kembali nikmat dan rahmat yang telah dijanjikan Tuhan itu, berkata kepada kaum yang sudah mulai pandai menyanggah itu: Masukilah olehmu negeri itu dari pintunya. 

Dengan jalan begitu, bila kamu masuk kedalamnya, kamu akan dapat mengalahkan mereka. Hendaklah kamu menyerahkan dirimu kepada Allah, sekiranya kamu benar benar orang yang beriman! Mereka menjawab pula: Ya Musa, sekali kali kami tidak akan memasuki negeri itu, sebelum mereka keluar. Sebab itu hendaklah engkau saja yang masuk lebih dahulu ke dalam negeriitu bersama Tuhanmu. Maka berperanglah engkau dan Tuhanmu dengan mereka itu, kami duduk menanti di sini. Rupanya sanggahan mereka itu sudah tidak dapat tawar menawar lagi, walaupun bagaimana juga usaha Nabi Musa dan Harun menganjurkan mereka, agar tunduk terhadap perintahTuhan untuk memasuki negeri itu. Mereka tetap menolaknya, bahkan menyanggahnya dengan kata kata kekafiran lagi. 

Akhirnya harapan Musa dan Harun mulai tipis, kerana Musa dan Harun tidak akan menjalankan paksaan terhadap mereka, hanya diserahkan kembali urusan ini kepada Tuhan, sambil berkata:Ya Tuhanku, sesungguhnya saya tidak dapat memaksa mereka,selain dapat memaksa diri saya sendiri bersama diri saudara saya Nabi Harun. Sebab itu ceraikanlah antara kami berdua dengan orang orang yang ingkar dan fasik itu. 

Dengan kejadian ini, maka turunlah firman Allah yang menghukum mereka: Sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka untuk memasukinya selama empat puluh tahun,sedang mereka akan bergelandangan hidupnya di bumi ini dengan kesesatan. Sebab itu (hai Musa) janganlah engkau berdukacita terhadap orang orang yang fasik itu. Benar saja,dalam empat puluh tahun lamanya, mereka tidak keruan tujuan hidupnya di bumi ini, tidak menentu apa yang harus mereka perbuat, tidak menentu pula makan dan minumnya. Dalam masa empat puluh tahun itu, boleh dikatakan kesemuanya yangmenjadi biang keladi keingkaran dan kesesatan ini, begitu pula pembesar pembesar turut musnah semuanya, kini tinggallah anak anak dan keturunan mereka saja. 

Dari keturunan inilah kemudian ada yang baik dan ada pula yang sesat.Yang baik di antaranya, tetap mengikuti ajaran Nabi mereka dan yang sesat, terus menerus terusir dari sebuah negeri ke negeri lain. Pengusiran ini dialami mereka bukanlah selama empatpuluh tahun saja, tetapi sampai dalam abad kedua puluh ini masih juga dialaminya.

QARUN

Qarun ini termasuk keluarga yang terdekat pula kepada Nabi Musa a.s. Kepada Qarun ini, Allah telah memberikan harta kekayaan yang banyak sekali, yang tidak ada tolok bandingnya di seluruh dunia ini, sehingga kalau anak kunci gudang gudangtempat menumpuk harta Qarun itu dikumpulkan semuanya,maka tidak ada seorang pun yang bagaimana juga kuatnya,yang dapat memikul anak anak kunci itu.

Kalau anak kunci gudangnya sudah sebegitu banyak dan beratnya, dapatlah kita kirakan sendiri berapa banyak gudangnya, berapa jumlah harta kekayaan yang ada padanya dan yang dikuasai oleh Qarun itu. Dengan harta yang banyak itu, bukan main senang dan bahagianya hidup si Qarun itu. Rumahnya dibuat sebesar besarnya dan sebagus bagusnya, pakaiannya dari yang paling bagus dan mahal harganya. Banyak khadamnya yang bekerja untuk melayani keperluannya, banyak pula budak yang dibelinya, untuk dijadikan pelayan dan hiasan gedungnya.Sungguh harta benda dan kekayaan itu, sejak dahulu sudah menjadi perhiasan hidup di dunia, yang menjadi pusat segala kebahagiaan den kegirangan. 

Tetapi karena harta dan kekayaanyang banyak itu pulalah di antara orang yang dianugerahi harta itu, menjadi manusia yang sombong dan jahat perangainya , menjadi orang yang angkuh lagi bertambah aniaya, bukanbertambah baik dan pengasihani. Dengan harta yang banyak itu, dia bukan menolongmemperbaiki dan menolong nasib orang orang yang miskin,tetapi malah memaksa dan mencelakakan mereka yang miskinitu, memperbudak mereka serta memeras tenaganya, sampai tinggal kulit pembalut tulang saja. 

Demikian pulalah halnya si Qarun ini. Sudah dapat hidup senang dengan hartanya, dia ingin mencelakakan orang yang tidak berharta dan hidup melarat. Dia merasa berkuasa dengan kekuasaan yang tidak terbatas, kekuasaan yang dipergunakannya untuk menekan den memeras, pula untuk mencelakan serta merusakkan. Tuhan memerintahkan kita untuk menuntut kekayaan dan kesenangan yang ada di dunia ini, tetapi jangan sekali kali lupaakan nasib kita di akhirat nanti. Tetapi Qarun hanya dunia saja yang menjadi arah tujuan hidupnya, dia tidak mengenal Tuhan,apalagi akan percaya dengan akhirat. 

Tuhan memerintahkan agar jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini, tetapi Qarun segala kerjanya hanya untuk merusak semata.Kepada Qarun pun dengan perantaraan Nabi Musa,diperintahkan Allah untuk berbuat kebaikan, tetapi perintah ini dijawab oleh Qarun dengan sombong sekali: Saya peroleh harta benda ini, dengan tenaga den ilmu pengetahuan saya sendiri. Qarun lupa, bahawa Allah telah merusakkan tidak sedikit orang orang dan bangsa bangsa yang kaya raya dan kuat serta barkuasa. Qarun acap kali keluar memperlihatkan kesenangan hidup dan kekayaannya kepada orang sekampungnya. Dengan perbuatan ini, banyak orang yang bercita cita untuk menjadi kaya raya seperti dia pula: Alangkahbaiknya kalau saya beroleh kekayaan seperti yang diperolehQarun itu, kata mereka. Orang orang yang berilmu dan suci serta beriman kepada Allah sama berkata: Pahala dari Allah lebih baik dari harta sebanyakitu. 

Tetapi kata kata mereka ini tidak diacuhkan oleh orang banyak, sedikit sekali orang yang dapat memahamkannya, yaitu golongan orang orang yang beriman dan bersabar saja. Qarun semakin giat menambah harta dan kekayaannya , semakinjahat juga terhadap orang orang sekampungnya itu, semakin sombong dan angkuhnya. Karena sudah keterlaluan dan menyolok mata akan kesombongan dan kejahatannya, maka banyak orang orang yang beriman sama menasihatinya, agar dia jangan terlalu gembira dan sombong dengan harta kekayaannya: Kami bukan iri hati melihat kekayaanmu dan tidak pula melarangmu berbahagia, senang serta bergembira dengan hartamu itu, tetapi kami hanya menasihatkan, agar carilah olehmu jalan yang halal saja menambah hartamu itu dan pakailah harta itu dengan baik. Bila dapat, tolonglah orang orang yang melarat dan miskin dengan sebahagian saja dari hartamuitu. Berbuat baiklah engkau terhadap mereka, sebagaimana Allah telah berbuat baik terhadapmu. Dengan jalan begitu,mudah mudahan Tuhan akan menambah berlipat kali ganda hartamu itu, dengan segala berkat dan rahmatNya. Segala nasihat itu jangankan didengar dan dijalankan, malah Qarun menghina orang yang menasihatinya sebaik itu. Dia menyombongkan diri dan memerahkan muka serta matanya,sambil menjawab: Saya tidak memerlukan nasihat dari kamu sekelian. Tanpa nasihatmu pun saya dapat hidup senang dan berbahagia. Saya lebih ahli daripada kamu sekalian, akal saya lebih pintar. Saya menjadi kaya ini, adalah suatu tanda bahwasaya lebih pintar dari kamu. Malah sayalah sebenarnya yang lebih berhak menasihati kepadamu sekalian !Sebagai jawaban pula terhadap nasihat yang baik itu, pada suatu hari Qarun keluar dengan pakaian dan perhiasannya yang serba mahal harganya, ia menuju khalayak ramai, diiringi oleh pengiring pengiring dan budak budaknya yang tidak terhingga banyaknya itu.Seluruh orang kampung itu, yang terdiri dari kaum fakir miskindan melarat, sama keluar menyaksikan akan kekayaan Qarun itu, untuk menontonnya. Dengan keluhan dan bersedih hati,banyak di antara mereka yang melarat itu sama berkata satu sama lain: Alangkah bahagianya Qarun dan alangkah sengsaranya kita ini.Dengan wahyu Allah, Nabi Musa lalu mengumumkan kewajiban berzakat bagi orang yang kaya, untuk dibagi bagikan kepada orang orang yang melarat dan sengsara. Perintah Tuhan ini pun disampaikan pula oleh Musa kepada Qarun. Dengan mengejek dan berolok, Qarun menolak perintah ini:Ada ada saja perintah Tuhan Musa ini, kata Qarun di hadapan Nabi Musa. Musa lalu menjawab: Ini adalah perintah Allah, hai Qarun, saya sampaikan kepadamu, karena Allah telah menetapkan saya sebagai pesuruhNya ! Ah, ada ada saja akalmu untuk mambohongi saya. Mula mula engkau katakan tentang agama baru, kemudian engkau perintahkan mengeluarken zakat. Sungguh engkau ini seorang pembohong, kata Qarun kepada Musa mengingkari perintahTuhan yang disampaikan kepadanya.Sesudah berdebat lama dan tidak membawa hasil apa apa itu,lalu Qarun tampil ke hadapan orang banyak yang telah sama tunduk kepade ajaran Musa. Musa itu orang yang irihati, kata Qarun kepada orang banyak,yang sebenarnya Musa itu menutup apa yang sebenarnya tersembunyi dalam hati kecilnya, untuk mendapat harta benda.Musalah orang yang paling jauh dari agama dan ajaran Tuhan. Semua perkataannya itu didengar Musa dengan kesabaran saja. Setelah Musa tidak mempunyai harapan lagi untuk memperbaiki pendirian Qarun yang sesat itu, lalu Musa menyerahkan urusan itu kepada Allah kembali, dengan sepatah doa agar janganlah hendaknya manusia banyak itu dapat disesatkan kembali oleh ucapan Qarun dan oleh harta kekayaan dunia ini. Doa Nabi Musa ini dikabulkan oleh Tuhan. Tanah sekitar istana dan gudang gudang kekayaan Qarun itu mulai bergarak, lalu pecah, akhirnya tenggelam ke dalam perut bumi, bersama dengan istana, gudang dan Qarunnya sekalian.Tidak seorang juga khadam khadamnya yang dapat menolongnya dan tidak seorang pula dari orang orang kampungnya yang ingin memberikan pertolongan kepadanya. Dengan demikian tamatlah riwayat Qarun dan segala harta kekayaannya yang melimpah ruah itu. Melihat kejadian yang hebat itu, maka orang orang yang melarat di kampung itu, sama menyesal atas keinginan dan doanya, agar menjadi orang kaya saperti Qarun itu. Mereka sama berkata:Kalau tidak karena Allah, tentu kita ini sekaliannya akan musnah ditelan bumi, saperti yang terjadi atas diri si Qarun itu.

NABI MUSA LARI DARI MESIR

Musa makin lama makin besar juga. Tibalah masanya untukmenyerahkan Musa kembali ke istana Firaun, agar dia hidup disana sebagai keluarga raja dan menjadi musuhnya. Setelah Musa sampai umur, mulailah golongan yang lemah dan teraniaya di Mesir mempunyai perhatian terhadap Nabi Musa. Mereka berharap bahwa Musa akan dapat meringankan tanggungan kesengsaraan mereka yang sedang dalam cengkeraman Firaun; apalagi mereka mengetahui bahwa Musa adalah termasuk golongan pendatang atau Bani Israel dan dia mempunyai budi yang tinggi, serta mempunyai rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Nabi Musa sendiri sudah menetapkan tekad dalam batinnya akan menjadi pembela dari kaum yang lemah itu. Pada suatu hari, ketika dia kembali dari kota menuju istana, ditengah jalan dia berjumpa dengan dua orang lelaki yang sedang berkelahi. Seorang di antaranya adalah berbangsa Ibrani, yaitu bangsa Bani Israel yang sebangsanya dengannya dan yang seorang lagi berdarah Mesir atau Firaun. Melihat perkelahian itu, terbit kemarahan hati Musa terhadap bangsa Firaun (Mesir) itu. Orang tersebut dipukul hingga mati seketika itu juga. Alangkah menyesalnya Musa atas perbuatannya yang kurang baik itu dan dia mengakui bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan syaitan. Segera dia mohon ampun kepada Allah atas kesalahannya itu. Kesalahannya pun diampuni oleh Allah, karena Allah Pengampun lagi Pengasih. Sejak waktu itu dia berjanji tidak akan melakukan pekerjaan yang begitu kejam lagi, malah dia menyiapkan dirinya untuk melindungi orang orang yangteraniaya. Musa berikhtiar agar tidak diketahui orang Mesir, bahwa dialah sebenarnya yang membunuh lelaki itu. Dalam dia berjalan dengan bersembunyi, tiba tiba dia bertemu lagi dengan orangyang ditolongnya tempoh hari. Orang itu kembali minta tolong kepada Musa untuk memukul musuhnya pula. Musa berkata kepadanya: Sungguh engkau ini orang yang sesat dengan terang. Tatkala Musa hendak menarik musuh orang itu,musuhnya itu berkata kepadanya: Hai, Musa ! Apakah engkau hendak membunuh saya pula, sebagaimana engkau telah membunuh orang tempo hari itu? Rupanya engkau hendak menjadi orang ganas di muka bumi ini dan bukanlah engkau hendak berbuat kebaikan. Kata kata ini didengar oleh orang orang Mesir yang berada disekitar tempat itu. Kini tahulah orang ramai, bahwa Musalah yang membunuh orang yang mati tempo hari itu. Kemarahan umat Mesir kepada Musa segera meluap. Mereka mencari Musa untuk mereka tangkap dan akan dibunuh kalau dapat. Untung sekali ada seorang lelaki yang datang dari ujung kota sengaja memberi khabar kepada Musa: Hai, Musa ! Orang orangbesar (bangsawan) negeri ini telah bermuafakat untuk membunuh engkau, sebab itu hendaklah engkau segera lari dari sini, sesungguhnya saya ini cuma memberi nasihat kepadamu.
BERHADAPAN DENGAN FIRAUN
Firaun dengan para bangsawannya berkuasa besar atas lembah Sungai Nil itu, memerintah bangsa Qibt (Mesir) dan bangsa Israel yang tinggal di daerah itu. Karena kekuasaannya yang besar itu, pemerintahan Firaun itu makin lama makin kejam dan sombong jua. Oleh karena masing masing raja dan para bangsawan itu mempunyai kekuasaan yang demikian besar,akhirnya mereka menganggap bahwa dirinya adalah Tuhan,yang harus disembah oleh rakyatnya, Yang mereka ketahui hanyalah kekuasaan dan kebesarannya semata, sedikitpun mereka tidak insaf dan tidak melihat atas kelemahan kelemahan serta kebodohan diri mereka sendiri. Selain dari itu, perlakuan mereka terhadap golongan Bani Israel semakin kejam jua. Mereka dibebani dengan berbagai bagai pajak dan kerja yang berat berat. Dengan sedikit kesalahan,mereka disiksa dengan berbagai bagai seksaan dan azab. Bangsa Israel dihimpit ditindas serta diperbodohkan, sehingga menjadi bangsa yang tak mempunyai cita cita lagi. Mereka berkecimpungan dalam berbagai bagai maksiat dan kejahatan, melepaskan hawa nafsu dan syahwat kebinatangantanpa batas batas perikemanusiaan lagi terhadap sesama manusia. Berpaling pandangan mereka dari apa yang baik,tertolak arah mereka dari apa yang benar, sehingga lenyaplah harga manusia karenanya. Allah lalu memanggil Nabi Musa. Kepadanya diperintahkan untuk mendatangi Firaun dan kaumnya, memberi pelajaran kepada mereka, agar mereka menyembah Allah dan meninggalkan segala maksiat dan kejahatan, agar mereka menurut garis lurus yang sudah digariskan oleh Allah. Setelah Musa menerima perintah Tuhan, ia menyiapkan dirinya untuk tugas yangdipikulkan kepadanya itu, dengan hati yang patuh dan taat. Tetapi dia ingin lebih yakin dan tenang lagi. Oleh karena ituMusa berdatang sembah kepada Tuhannya: Tuhanku, saya sudah pernah membunuh salah seorang dari bangsa Firaun itu dan kalau saya datang kembali ke tengah tengah mereka, tentu saya akan dibunuhnya. Tuhan menegaskan kepada Musa, bahwa Tuhan selalu bersama dia. Dengan penegasan ini bertambah tenang juga jiwa Musa. Tetapi dia ingin pekerjaannya ini lebih besar dan berhasil, agardia lebih tenang dan sabar dalam menjalankannya, Dari itu Musakembali mendoa kepada Tuhan, supaya dadanya dilapangkan Allah, hingga dapat dan sanggup memikul beban yang besar dan mulia itu, sanggup mengatasi berbagai bagai kesulitan dan halangan. Untuk menghadapi pekerjaan besar, serta kesulitan kesulitan hebat yang bakal dihadapi, Musa memohon lagi kepada Tuhan,agar diberikan seorang teman dan pula sebagai wazir bagidirinya, yaitu saudaranya sendiri yang bernama Harun.
Permohonan Musa inipun dikabulkan Allah, dengan memerintahkan Harun yang ketika itu sedang berada di Mesir untuk segera datang mendapatkan Musa, agar ia bekerja sama dalam menghadapi tugas kewajipan yang telah dipikulkan itu. Harun siap menjalankan apa yang diilhamkan Tuhan kepadanya. Dengan segera ia berangkat mendapatkan Musa, yaitu saudaranya sendiri di Tur Sina. Setelah bertemu, keduanya sama sama berjanji akan bekerjasama, bantu membantu, tolongmenolong, untuk sama sama melepaskan bangsa Mesir yang sudah sesat dipengaruhi rajanya yang sombong itu. Tuhan lalu memerintahkan kepada kedua Nabi ini: Berangkatlah kamu berdua sekarang juga kepada Firaun. Berkatalah kepada Firaun dengan kata kata yang halus lunak, mudah mudahan seruan kamu ini dapat di terimanya, hatinya yang keras menjadilunak, karenanya.
Apalagi kalau diingat, bahawa Musa itu boleh dikatakan anakangkat Firaun, sudah sepatutnyalah kalau kepadanya berkatakata dengan lemah lembut. Tuhan perintahkan pula kepadaMusa dan Harun, untuk menyatakan kepada Firaun tentangkenabian dan kerasulan mereka berdua dan Tuhan menyuruh,agar Musa bersama Harun berikhtiar membebaskan semua orangBani Israel dari azab dan seksaan yang sudah sekian lamanyaitu.
Nabi Musa dan Nabi Harun segera menuju ke Mesir, lalubertemulah dengan Firaun. Firaun mengecilkan kedatangan ini,tidak di acuhkan dan tidak diambil peduli apa saja yangdisampaikan kedua Nabi itu kepadanya. Engkau, Musa !Bukankah kami yang mendidik dan mengasuhmu semasa kamumasih bayi dan engkau tinggal bersama kami bertahun tahundari umurmu? DDemikian kata Firaun kepada Musa.
Apakah pemeliharaanmu terhadap diriku itu sebagai tandakebaikanmu? Bukankah itu kerana kejahatanmu terhadap anakanak bayi bangsa Israel? JJawab Musa.
Begitulah pekerjaanmu, hai Musa, engkau sudah tidakmenghargakan lagi akan kebaikan kami kepadamu, kata Firaunpula.
Aku tak mahu tersesat, dan kerana keganasanmulah aku lari darirumahmu, akhirnya aku mendapat rahmat dan nikmat Allah.
Allah telah memberiku ilmu dan hikmat, diangkatNya akumenjadi RasulNya, jawab Musa kepada Firaun.
Mendengar itu, merah padam muka Firaun, kerana kemarahan,lalu ia bertanya kepada Musa:
Siapakah Tuhan seluruh alam itu?
Tuhan seluruh alam ini bukan kamu, tetapi Allah. Tuhanku yangmenjadikan langit dan bumi dan segala yang ada di antarakeduanya, jawab Musa.
Timbullah kemarahan besar dari hati Firaun, sambil berkatakepada kaumnya: Sudahkah kamu dengan apa yang dikatakanMusa, sudahkah kamu tahu, siapa Tuhannya Musa?Kembali Musa berkata kepada mereka: Tuhanku, Tuhan kamudan Tuhan nenek moyangmu sejak dahulu kala, ialah Allah,Tuhan barat timur dan antara keduanya. Mudah mudahan kamudapat mempergunakan akalmu.
Kemarahan Firaun tidak dapat ditahan tahannya lagi, kerana diatidak dapat mengalahkan Musa dengan kata kata makadiambilnya jalan lain, ialah dengan cara mempergunakankekuatan yang ada padanya, Musa akan dipenjarakannya: Kalauengkau menyembah Tuhan selain aku sendiri, engkau pastikupenjarakan ! KKata Firaun dengan amat marahnya.
Dengan tenang Musa berkata kepada Firaun: Kalau engkau12. KISAH NABI MUSA14
masih belum percaya akan apa yang aku kemukakan, apakahperlu aku menunjukkan bukti yang nyata, mukjizat yang hebatagar hilang keraguanmu dan kebimbangan hatimu?Aku tidak akan percaya sebelum melihat bukti yang nyata, dariitu kemukakanlah buktimu yang nyata itu, kalau engkau betulbetul orang yang dapat dipercayai, kata Firaun.
JANJI-JANJI NABI MUSA
Musa dan para pengikutnya mengambil tempat di salah satubahagian dari tanah baru yang ditemuinya itu. Kiranya adalahtermasuk daerah Tur Sina, di hujung utara Laut Merah. Untukkaum pengikutnya yang banyak itu, Musa menginginkanperaturan hidup yang tertentu, yang harus dijalankan agarjangan terjadi kekacauan mengenai moral atau kebendaan.
Sebab itu Musa memohon kepada Tuhan, agar kepadanyaditurunkan sebuah Kitab, dengan Kitab mana Musa dapatmemberikan petunjuk dan pedoman bagi pengikutnya.
Untuk mengabulkan permohonan Nabi Musa ini, Allahmemerintahkan kepada Musa, agar menyucikan diri lebih dahuludengan cara berpuasa tiga puluh hari lamanya. Sehabismenjalankan puasa itu, Musa diperintahkan Allah untuk datangke Tur Sina, di mana Musa akan mendapat kesempatan untukbercakap cakap dengan Allah, pula Tuhan akanmenganugerahkan sebuah Kitab, di mana terdapat banyakpetunjuk dan peraturan hidup yang dihajatkan Musa itu. Untukpergi ke Tur Sina, Musa memilih tujuh puluh orang di antarakaumnya, untuk lebih dahulu pergi ke Tur Sina itu, Musa akanberangkat ke sana, sesudah yang tujuh puluh orang ituberangkat.
Sesudah tiga puluh hari lamanya berjalan, akhirnya sampailahMusa di Tur Sina. Tetapi ternyata kaumnya yang berjumlah tujuhpuluh orang itu belum juga sampai di sana, lalu diutusnyaseorang utusan untuk menyelidiki apakah yang terjadi ataskelambatan kaumnya itu, dengan pesan agar mereka segeradatang di Tur Sina.
Akhirnya Musa mempunyai pendapat, bahawa lebih baik dialekas sampai di Tur Sina menemui Tuhannya, denganberpendapat bahawa kedatangannya yang lebih cepat dari waktuyang ditetapkan itu, lebih menyenangkan bagi Allah. Tetapikemudian Tuhan memerintahkan kepadanya, agar Musamenunggu sampai bilangan empat puluh hari sejak waktu iaberangkat.
Setelah sampai pada waktu yang ditentukan itu, lalu Musaberangkat seorang diri menemui Tuhannya di Tur Sina (dipuncak gunung Sinai). Segala urusan kaumnya yangditinggalkan itu, oleh Musa diserahkan kepada Nabi Harunsebagai wakil atau wazirnya, iaitu untuk mengatur danmengamati mereka, sampai kembalinya Musa yang akanmembawa amanat Tuhan Yang Maha Tinggi.
Di puncak gunung Sinai, Musa telah bercakap cakap denganTuhannya, suatu kejadian yang belum pernah dialami olehseorang manusia, selain oleh Nabi Musa sendiri. Dalampercakapan itu Allah menjelaskan hakikat ilmu agama kepadaMusa, begitu pula mengenai pedoman dan petunjuk, aturan danhukum yang tidak boleh dilanggar.
Sehabis percakapan itu, Musa memohon pula kepada Tuhan agarkepadanya diberikan kesempatan untuk dapat melihat sendiriakan rupa Allah, kerana selain keinginan dia sendiri, hal yang12. KISAH NABI MUSA15
demikian itu telah pernah diminta oleh kaumnya, agar merekadiberikan kesempatan untuk dapat melihat Allah.
Permintaannya itu dijawab oleh Tuhan: Engkau tidak dapatmelihatku. Tetapi menolehlah engkau ke gunung itu. Bila gunungitu masih tetap di situ, maka engkau akan dapat melihat Aku.
Baru saja Musa menoleh ke arah gunung yang dimaksudkan itu,tiba tiba gunung tersebut bergerak gerak, lalu tenggelam masukke perut bumi. Melihat pemandangan yang luar biasa itu,gementarlah tubuh Musa, ia tertunduk dan bersimpuh sujudmenyembah Tuhannya.
Dengan rahmat Allah, Musa dipeliharakan dari keadaan yang luarbiasa itu, hatinya ditenangkan kembali, lalu Musa berdiri danmengucapkan tasbih, menyucikan dan membesarkan TuhanYang Maha Besar dan Maha Tinggi.
Setelah menerima Kitab yang berisikan segala sesuatu yangdiperlukan oleh Bani Israel, yang berisi pelajaran dan ketegasandari tiap tiap segala sesuatu, lalu Musa berkata: Ya Tuhan,sungguh aku telah Engkau beri kemuliaan yang belum pernahEngkau berikan kepada orang lain, selain terhadapku.
Tuhan berfirman kepada Musa: Hai Musa, Aku telah memilihmumenjadi pembawa risalahKu dan perkataanKu untuk manusia.
Maka ambillah apa yang telah Aku berikan ini danberterimakasihlah engkau kepadaKu !
Bani Israel telah menunggu nunggu akan kedatangan Musa lebihkurang tiga puluh hari lamanya sejak pemergiannya. Menurutperjanjian Musa, sesudah tiga puluh hari itu, Musa sudah pastiberada kembali di tengah tengah mereka. Akan tetapi tiga puluhhari sudah berlangsung, namun Musa belum juga datang, keranaMusa diperintahkan Tuhan menunggu sampai empat puluh hari,sebagai diterangkan di atas tadi.
Kerananya, maka timbullah berbagai pendapat dan sangkaan diantara Bani Israel yang ditinggalkannya itu. Ada yang menuduh,bahawa Musa telah memungkiri janjinya. Musa telahmeninggalkan mereka dan pergi sendirian buat selama lamanya,di tengah malam yang gelap, di tempat yang tidak dikenali.
Mereka mulai mencari orang yang akan dapat di jadikanpemimpin mereka yang baru, yang akan menunjuki agar hidupmereka jangan tersesat.
Ketika itu, melihat keadaan Bani Israel yang demikian rupa,timbullah kemahuan buruk dalam jiwa seorang pengikut, yangbernama Samiri. Kesempatan itu dipergunakan untukmenyesatkan Bani Israel yang sedang dalam kegelisahan itu.
Berkatalah dia kepada mereka:
Musa tidak akan kembali lagi kepada kita, dia sudah pergi untukkepentingan dirinya sendiri, dia telah melanggar janjinya kepadakita, lebih baik kamu mencari Tuhanmu sendiri.
Kebodohan dan kesesatan Bani lsrael itu, dipergunakan olahSamiri untuk menyesatkan dan lebih memperbodohkan merekalagi. Samiri menyalakan api, membentuk sebuah patungmerupakan anak sapi jantan, tetapi dapat bersuara keranasihirnya.
Patung yang dibuat Samiri ini dengan segera menjadi fitnahbesar di kalangan mereka. Patung itu disembah mereka, danitulah tuhan, kata mereka atas anjuran dari Samiri pula. Harunberusaha keras untuk mengembalikan mereka dari kesesatanyang nyata itu dengan bersusah payah, serta bersedih hati dan12. KISAH NABI MUSA
16
cemas. Berkata Harun kepada mereka: Hai kaumku, engkautelah difitnah dengan adanya patung itu. Tuhanmu yangsebenarnya adalah al-Rahman, ikutlah akan kataku dan taatilahperintahku.
Kata kata Harun ini mereka jawab: Kami tidak akan berhentimenyembahnya, sampai datangnya Musa kembali kepada kami.
Harun berusaha keras menenangkan suasana yang mulai kacau,lebih lebih lagi terhadap orang yang belum tersesat, yang masihtetap berpegang kepada ajaran yang benar, agar mereka jangantersesat pula. Harun mulai khuatir, kalau kalau timbul kekacauandan pertempuran antara yang tersesat dengan yang taat.
Kepada Musa yang masih bertekun di hadapan Tuhannya, segeradiwahyukan Tuhan kepadanya, tentang keadaan yang telahterjadi di kalangan kaum yang ditinggalkannya itu.
Diberitahukan pula oleh Tuhan, bahawa kaumnya yangditinggalkannya hanya selama empat puluh hari itu, sudah dapatdisesatkan olah seorang yang bernama Samiri.
Sesudah selesai pertekunan Musa di hadapan Tuhannya, diasegera kembali mendapatkan kaumnya, Mereka yang tersesatitu, didapati Musa. SSedang menari nari di keliling patung yangmereka sembah itu, dengan suaranya yang hiruk pikuk, tandabergembira mempunyai tuhan yang baru.
Hati Musa mulai marah, mukanya merah padam, terus menujumenemui Harun. Dipegangnya kepala dan janggut Harun, laluditariknya kepadanya dan berkata: Kenapa engkau biarkan sajamereka sesat begini rupa, mengapa tidak engkau jalankan apayang sudah kuperintahkan, tidak engkau padamkan api yangsedang menyala yang menimbulkan kejahatan dan kekafiran itu?Dengan mengeluh dan penyesalannya, Harun berusahamenenangkan hati Musa, agar kembali lunak serta menaruhkasihan terhadapnya dengan berkata:
Hai anak ibuku sendiri, janganlah engkau menarik kepala danjanggutku dahulu, mereka begitu banyak sedangkan akuseorang diri; hampir saja aku dibunuh olah mereka. Janganlahengkau bertindak terhadapku sebagai tindakanmu terhadapkaum yang sesat itu. Saya takut mengambil tindakan kekerasanterhadap mereka, kalau mereka sudah tidak menghiraukan katakataku lagi dan pula saya takut kalau kalau akan menimbulkanperpecahan yang sangat buruk.
Mendengar itu, kemarahan Musa mulai berkurang, mulailah iaberkata kata dengan tenang, segera dihampirinya pengkhianatyang telah menyebarkan fitnah besar itu, lalu berkata: Apakahmaksudmu dengan cara ini, ya Samiri?
Maka menjawablah. Samiri: Saya mendapat akal yang tidakdiperoleh mereka. Aku ambil se kepal tanah bekas jejak Rasul,lalu aku tiup dengan kepandaian sihirku, kerana demikianlahyang disenangi oleh nafsuku.
Kepada orang banyak yang sesat itu, lalu Musa berkata:Apakah kamu menyalahi janjimu itu?
Mereka segera menjawab: Kami menyalahi janji itu bukankehendak kami sendiri, tetapi kami sengaja disesatkan olehSamiri yang telah membuat patung berupakan sapi kecil danpandai bersuara, maka itulah kami tersesat dari jalan yangbenar.
Akhirnya mereka menyesali akan kesesatannya dan memintaagar kepada mereka itu diberikan keampunan dengan berkata:12. KISAH NABI MUSA17
Kalau kiranya Tuhan tidak mengasihi kami dan tidak memberikeampunan kepada kami, sungguh kamilah orang yang rugi.
Berkata pula Musa: Tetapi kamu sendiri telah berbuat kesalahan,dengan menjadikan patung itu sebagai tuhanmu !Segera mereka menjawab: Apakah daya kami sekarang ini,wahai Musa?
Bertaubatlah kamu kepada Tuhanmu, jawab Musa.
Tetapi dengan cara bagaimanakah taubat yang dikehendaki Allahitu? TTanya mereka pula.
Musa lalu menanyakan kepada Tuhan, bagaimanakah caranyamereka harus bertaubat. Setelah didapatinya wahyu Tuhan, laluMusa berkata kepada mereka: Kamu bertaubat kepada Tuhan,dengan cara membunuh dirimu sendiri, pasti Tuhan akanmemberi taubat kepadamu, kerana Tuhan itu adalah Pemberitaubat lagi Pengasih.
Mereka yang telah tersesat itupun tunduk kepada ajaran NabiMusa, segera mereka bertaubat dan membunuh dirinya masingmasing dan Tuhan pun memberi ampun atas pertaubatanmereka itu. Tetapi Samiri sendiri tidak mahu menjalankan taubatyang telah diperintahkan Tuhan itu. Dia tetap hidup, namun takseorang juga manusia yang diperbolehkan bergaul dengan diaselama hidupnya itu. Umurnya dipanjangkan Tuhan, denganmaksud untuk memberikan seksa kepadanya di dunia ini.
Akhirnya dia tetap akan mati, kemudian dia akan diseksa olehAllah pula di akhirat dengan seksaan yang lebih berat lagi.
Patung yang berupakan sapi kecil itu, dibakar oleh Musa dandilemparkan ke dalam laut, Dengan ini berakhirlah kesesatandan kekacauan yang ditimbulkannya itu.
NABI MUSA MENJADI MENANTU
Tinggallah Musa di rumah orang tua itu dengan perasaan yanglega dan tenang. Begitu pula bagi orang tua serta anak-anak-nyaitu. Cahaya keimanan sama sama berkilauan di hati Musa danorang tua itu, demikian pula perasaan keikhlasan dan ramahtamah. Pergaulan mereka semakin rapat dan mendalam juga.
Kemudian sifat dan tabiat pemuda Musa berpengaruh besar kehati orang tua itu dan terhadap anak anaknya pula, sehinggakedudukan Musa dalam pergaulan rumah tangga itu semakintinggi dan mulia. Terlebih berpengaruh lagi terhadap kalbu anakperempuannya. Sifat yang ramah tamah, kekuatan badan dankesucian hatinya, semakin mendalam masuk dalam rasa hormatdari anak perempuan itu. Perasaan hormatnya inidisampaikannya kepada bapanya dengan berkata: Ya bapaku,pekerjakanlah anak muda itu pada kita, karena bukankah sebaikbaik orang yang akan dipekerjakan itu, ialah orang yang kuatdan berhati tulus ikhlas? Dan bukankah anak muda itu telahbanyak menolong kita, serta dapat mengangkat tutup sumuryang begitu berat seorang diri? Bukankah dia berhati bersih dansuci sekali, sehingga ketika kita mengundang-nya, dia hanyamenganggukkan kepalanya? Begitu pula ketika kami berjalanberdua, dia berjalan di muka untuk menjaga kehormatanperempuan yang mengiringkannya.
Tiap patah kata yang keluar dari mulut anak perempuannya itu,didengarkan oleh orang tua itu seolah olah acuh tak acuh, tetapisebenarnya diperhatikannya dengan sungguh sungguh, keranaperasaan yang demikian itu lebih dahulu sudah tumbuh serta berurat dalam kalbunya sendiri, sebelum anaknya berkata. Kinidia mengerti sedalam-dalamnya, mengapa anaknya berkatademikian, memecahkan pendiamnya selama ini?Pada suatu pagi, di kala sang surya mulai bersinar, udara penuhdengan cuaca terang dan angin sepoi sepoi, duduklah orang tuaitu seorang diri di tempat yang sudah disediakan. Musadipanggilnya, lalu berkata: Hai Musa, saya mempunyai cita citaakan mengahwinkan engkau dengan salah seorang anakku,dengan harapan engkau dapat menjadi teman hidupnya sertadapat menolongku.
Bekerjalah engkau di sini mengembala kambing lapan tahunlamanya, sebagai maskawin bagi perkahwinanmu. Tetapi kalauengkau suka menambah, tambahlah dua tahun lagi, jadi sepuluhtahun lamanya, itupun terserah kepada kesanggupanmu, sayasendiri tidak akan memberatkan dirimu dan engkau akanmengetahui nanti, bahawa aku adalah orang baik baik, insyaAllah.
Mendengar perkataan orang tua itu, terbentanglah dihadapannya jalan ke arah bahagia yang dicita-citakannya selamaini terasa dalam hatinya, bahawa doanya kepada Tuhan ketikadia termenung melepaskan lelahnya tempohari itu, telahdikabulkan Tuhan. Dengan tak terasa, lidahnya bergerakmenjawab perkataan Syuaib, bakal mertuanya itu: Saya terimasegala anjuran bapak. Perjanjian antara saya dengan bapa,apabila saya turut yang manapun salah satu antara keduaperjanjian itu (8 tahun atau 10 tahun), kiranya saya tidakbersalah. Allah menjadi saksi atas perjanjian kita ini.
Dengan perkahwinan ini, Musa hidup bahagia sekali dalamperasaannya, karena mendapat isteri yang cantik serta mertuayang baik. Keadaan rumahtangganya cukup dan pekerjaannyapun baik. Dia bekerja dengan sebaik-baiknya dalam mengurusurusan orang tua itu, untuk memenuhi janji yang telahditetapkan.
Menjelang sampai di batas waktu yang telah .ditetapkan,keinginan Musa untuk kembali ke tanah airnya mulai timbul,sekalipun dia berbahagia dan senang di negeri orang; namuningatan ke kampung halaman sendiri pasti timbul jua. Pernahdisebut orang dalam pepatah: Setinggi tinggi terbang bangauakhirnya kembali ke belakang kerbau hinggapnya.
Waktu yang ditetapkan dalam perjanjian itupun sampailah. Diabebas sekarang untuk memilih, akan menetap di situ ataupulang kembali ke negerinya. Niatnya untuk kembali kekampungnya bersama isterinya sudah tetap dan tidak dapatdigagalkan lagi.
Dia mulai bersiap siap menyediakan bekal dan membungkusiharta bendanya, untuk segera berangkat ke Mesir bersamaisterinya. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepadamertuanya yang sudah tua, serta mendoakan agar yangditinggal selamat, begitu pula yang pergi jangan sampai kurangsuatu apa. Kedua suami isteri yang bahagia itupun bertolaklahmenuju ke utara, meninggalkan negeri Madyan. Setelah semakinlamanya berjalan menempuh padang pasir yang luas, akhirnyaMusa dan isterinya tiba di Tur Sina (Gunung Sinai). Selain penatdan lelah, kedua musafir suami isteri itu kini kehilangan jalan,mereka merasa ragu, arah manakah yang harus ditempuhnyauntuk meneruskan penjalanan ke Mesir.
Dalam keragu-raguan itu malam pun datang, satu malam yangsangat bersih, dengan bintang bintang yang gemerlapan dilangit. Bertambah ragulah kedua musafir itu tentang jalan yangharus ditempuhnya. Tiba tiba, jauh di sana, di sebelah kanan jurang yang dalam, Musa melihat ada api berkelip kelip. Musaingin mendekati api yang tampak itu seraya berkata kepada isterinya:

Tinggallah engkau sendirian di sini sementara, saya inginmelihat, api apa yang tampak itu. Segera saya akan kembali kesini membawa khabar, sambil membawa api yang tampak itu,mudah mudahan dapat kita jadikan diang untuk memanaskanbadan.
Musa berjalan menuju tempat itu, melampaui jurang yangdalam. Dia akhirnya tiba di bawah se batang pokok zaitun yangrendang dekat kepada api yang kelihatan dari jauh tadi. Pokokinilah dalam sejarah yang dimasyhurkan, dengan nama SyajarMusa. Tiba tiba dengan terang Musa mendengar suara: HaiMusa, Aku inilah Allah Tuhanmu. Maka itu tanggalkanlah keduakasutmu, karena sesungguhnya engkau berada di lembah suciTuwan. Dan Aku memilih engkau menjadi UtusanKu, sebab itudengarlah baik-baik apa apa yang akan diwahyukan kepadamu:Sesungguhnya Akulah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku. Sebabitu sembahlah akan Daku, dan dirikanlah sembahyang untukmengingatkan Aku. Sesungguhnya kiamat itu pasti datang,hampir Aku sembunyikan rahsia, agar tiap manusia akan dibalasapa saja yang pernah dilakukannya. Janganlah engkau dapatdipalingkan dari kepercayaan ini oleh orang yang tidak percaya,yang hanya memperturutkan hawa nafsunya, agar engkaujangan sampai celaka kerananya.
Inilah wahyu pertama dari Tuhan yang diterima Musa sebagaiputusan, bahawa dia telah diangkat menjadi Rasul, pangkat yangsesuai dengan kebesaran jiwa, kesucian hati dan kesabarannya.

Apakah yang engkau pegang di tangan kananmu itu, hai Musa?BBunyi suara itu selanjutnya.
Musa mulai menjawab akan suara wahyu itu: Ini adalahtongkatku, tempat saya bertekan dan pula saya pergunakanuntuk menghalau kambing gembalaku dan lain lain keperluan.
Kemudian Tuhan memerintahkan kepada Musa untukmelemparkan tongkat itu. Baru saja tongkat itu dilemparkanoleh Musa ke tanah, tiba tiba tongkat itu menjadi ular yangtampaknya kecil saja, tetapi lama kelamaan semakin besar juga,akhirnya menjadi sangat besar, sehingga tampaknya dapatberbahaya terhadap apa dan siapa saja.
Melihat ular sebesar itu, Nabi Musa mulai ngeri dan takut,sehingga ia lari sekuat kuatnya. Tuhan lalu berfirmankepadanya: Jangan takut wahai Musa, sesungguhnya orang yangtelah diutus itu tidak boleh takut takut. Peganglah kembali pastidia kembali sebagai semula menjadi tongkatmu.

Mendengar firman Allah itu, baru Musa sedar, bahawakepadanya selain telah diberikan keterangan dan kenyataan-kenyataan, pula diberikan kekuatan mukjizat yang maha hebat,yang terletak pada tongkatnya itu. Jiwanya mulai tenang danperasaannya menjadi lega. Insaf benar dia sekarang, bahawa iatelah menjadi Nabi dan Rasul Allah. Dia mengucapkan syukur kehadrat Allah, atas segala pemberian yang sangat berharga itu.
Kembali Tuhan berfirman kepada Musa: Kepitlah tanganmu kedalam ketiakmu, ya Musa, nescaya tanganmu itu akan menjadiputih bersih yang berkilat kilat, tetapi bukan karena penyakit.

Pangkulah kedua tanganmu itu, bila engkau dalam ketakutan.

Inilah dua keterangan (mukjizat) dari Tuhanmu (iaitu tongkatmenjadi ular, tangan menjadi putih berkilat kilat), untuk menjadisenjata bagimu. Sekarang berangkatlah kamu, hadapilah Firaun serta kaumnya para bangsawan, sungguh mereka itu kaumperosak.
Kedua mukjizat yang luar biasa ini telah dapat menetapkan hatiMusa untuk menjalankan semua perintah yang diberikan Tuhanterhadap manusia dan untuk menghadapi keingkaran Firaunserta kaumnya, sehingga kekerasan Firaun akan dapatdihadapinya dengan kekerasan pula.

BANI ISRAEL MENINGGALKAN MESIR

Bani Israel yang selama ini hidup dalam seksaan danpenghinaan, mulai terbuka kedua mata mereka, mulai tahumembezakan yang sesat dari yang benar. Mereka mulai percayaakan Rasul Allah Musa yang datang membawa petunjuk kepadamereka.
Mereka mulai meninggalkan taat terhadap Firaun. Firaun mulaikekurangan pengaruh, sedang Musa selalu bertambahtemannya.
Kerananya dengan cara yang bagaimana juga, Firaun harusmengenyahkan Musa dan pengikut pengikutnya dari Mesir,dengan jalan pembunuhan. Tetapi Musa dan Bani Israel yangtunduk kepadanya sudah siap sedia, mereka akan meninggalkanMesir serentak pada suatu malam yang sudah ditetapkan.
Di senjakala di malam yang sudah ditetapkan itu, berkumpullahMusa dengan kaum Bani Israel di sebuah tempat, lalu berangkatbersama sama meninggalkan Mesir, menuju ke Tanah SuciPalestin kerana memang dari situlah mereka semua berasal.
Mereka berangkat harus hati hati sekali, kerana tentera Firaunsejak siang tadi telah disiapkan untuk menghalangikeberangkatan ini. Firaun bercita cita hendak memusnahkanmereka itu semuanya. Sekian lamanya mereka berjalan di atasgurun padang pasir yang kering, akhirnya mereka sampai dipinggir laut yang luas. Bagaimana akalnya untuk menyeberangilaut yang amat luas itu, kapal tidak ada, perahu pun tidak,sedang musuh, iaitu Firaun dengan tenteranya yang kuat,semakin dekat juga mendesak dari belakang, akanmemusnahkan mereka.
Di situlah Bani Israel mengalami ketakutan dan kekhuatiran yangsehebat hebatnya, kerana mereka tahu, bahawa tentera Firaunyang berkenderaan kuda dengan senjata senjata panah yangtajam, telah semakin dekat,jauhnya antara mereka dengantentera Firaun, kira kira dua kali jalan anak panah atau kurang.
Bukan lagi takut dan khuatir, malah mereka masing masing telahmelihat maut sedang menghampirinya, keluhkesahnya sudahmulai terdengar dari mulut ke mulut. Di tengah tengahkeluhkesah yang mendalam itu, tiba tiba tampil kemuka seorangdi antara Bani Israel yang ikut dalam perjalanan itu, berkatadengan suaranya yang keras sekeras kerasnya, mengeluarkankemarahan serta geramnya terhadap Musa, mengemukakanakan sesal dan kekesalan hatinya; ia ini pengikut Nabi Musayang bernama Yusya bin Nun.
Dengan lancangnya dia berkata: Hai, orang yang dapat bicaradengan Allah! Bagaimana urusan engkau ini? Engkau telahmembawa kami menghadapi nasib yang tidak dapat dihindarkanini ! Laut terbentang di hadapan sedang musuh sudah mendesakdari belakang, tidak ada sedikitpun jalan untuk menghindarkankematian.

Mendengar kata kata itu, Musa hanya berkata: Tunggulah,mudah mudahan saya dapat berbuat sesuatu terhadap laut ini!Kata kata itu sedikitnya telah dapat memberikan harapan hidupkepada mereka, yang sudah yakin akan kematiannya itu. Tetapikenapa belum juga ada apa apanya, sedang musuh sudahterdengar soraknya. Mereka kembali berputusasa, kesal dangeram terhadap diri Musa. Mulai keluar dari isihati mereka yangbusuk busuk itu, celaan serta makian yang tak terbatas.
Tiba tiba Allah mewahyukan kepada Musa: Pukulkanlahtongkatmu itu ke laut, hai Musa!
Segera Musa memukul laut itu dengan tongkatnya, dengan tibatiba terbentanghah di atas laut itu dua belas jalanraya yanglapang lapang, sedang di kedua pinggirnya jalan itu masingmasing berdiri tembok air yang tebal, yang tak dapat ditembusoleh panah atau peluru. Kerana bangsa Israil yang turut ketikaitu terdiri dari dua belas golongan (suku bangsa), maka tiap tiapgolongan mendapatkan sebuah jalanraya yang terbentang ituuntuk mereka tempuh.
Dengan gembira dan terimakasih yang sebesar besarnya,mereka segera lari cepat melalui jalanraya laut yang sudahterbentang itu, tepat ketika tentera Firaun kehihatan dibelakang, siap untuk memanah dan menghancurkan mereka.
Firman Allah: Dibentangkan bagi mereka jalanraya di laut, jalanyang kering, tak perlu takut karam dan basah, Sedang merekaberjalan dengan selamat di tengah tengah jalan laut itu, makaterlihatlah oleh mereka akan Firaun dengan tenteranya sedangmengejarnya, melalui jalanraya laut itu pula.
Setelah mereka tiba dengan selamat di seberang laut, kembalikekhuatiran dan ketakutannya, kerana Firaun pun sudah dalamperjalanan di tengah tengah jahanraya haut itu, menuju mereka.
Musa lalu memerintahkan kepada laut itu agar kembali kepadakeadaannya yang semula. Dengan perintah ini, dua dindingtembok air di pinggir masing masing jalan itupun bertemulah,sehingga semua tentera Firaun yang sedang berada didalamnya,juga Firaun sendiri tenggelam, mati dan terkubur di sanasemuanya.
Di situlah tamatnya riwayat Firaun dengan segala kekejamandan kesombongannya, sama sama ditelan oleh laut yangdibentangkan oleh Allah. Sedang Musa dan kaumnya selamat,tak kurang suatu apa, sampai ke tempat yang mereka tuju.
Di waktu jiwa akan meninggalkan jasad Firaun di tengah tengahperut laut itu, datanglah keinsafan kepada Firaun yang selamaini tidak mahu insaf Insaf akan kebenaran Musa, akan kebesaranAllah dan kelemahan dirinya, maka ia berkata: Saya percaya(iman), bahawa tidak ada Tuhan selain Allah, yang sudah diimanioleh Bani Israel dan sekarang saya turut beriman pula sebagaiseorang Muslim.
Tetapi bukan saatnya ketika itu untuk menyesal dan memohonampun, untuk menyatakan beriman atau tidak. Masa itu adalahmasa seksaan yang terakhir, Dari itu taubat Firaun ditolak olehAllah, kerana terlambat dari waktu yang sudah ditentukanNya.
Di kala kedua tembok air itu bertemu menelan Firaun dantenteranya, terdengar bunyi hiruk pikuk di dalam perut laut itu,sehingga Bani Israel sama bertanya kepada Musa: Suara apakahyang hiruk pikuk itu?12. KISAH NABI MUSA22
Musa menjawab: Ya, itulah bunyi seksaan Allah yang ditimpakan kepada Firaun dan tenteranya.
Rupanya masih ada saja di antara Bani Israel, yang menurutpengakuannya sudah beriman, tetapi dalam batinnya masihtertinggal kepercayaan lamanya, sehingga dia tidak percayabahawa Firaun itu sudah mati, sebab Firaun itu katanya tuhan,.iabisa hidup di Mesir dan bisa pula hidup di dalam laut. KepadaNabi Musa dikatakan oleh orang itu, bahawa Firaun belum mati.
Diterangkan oleh Musa, bahawa sangkaan yang demikian ituadalah persangkaan yang batil, yang tidak benar belaka. Lalulaut itu memuntahkan mayat Firaun ke permukaan air, sehinggadapat dilihat oheh mereka, bahawa Firaun itu benar benar sudahmati.
Walau demikian, masih saja terdapat di antara mereka itu yangbehum percaya akan kematian Firaun, malah ia berkata bahawaFiraun itu masih hidup di alam ghaib, pendekata menurutkemahuan mereka saja.

PERISTIWA SAPI

Di kalangan Bani Israel di kala itu ada seorang yang sudah tua umurnya dan telah dapat merasakan sendiri, bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi, dia akan meninggalkan dunia yang fana ini. Orang tua itu adalah orang tua yang soleh, tidak menghiraukan kekayaan dunia, sehingga kehidupannya boleh dikatakan sederhana sekali, tidak ada yang dipunyainya, kecualiseorang anaknya yang masih muda dan se ekor sapi yangsangat dicintainya.

Setelah terasa olehnya, bahwa ajalnya sudah dekat, laluanaknya itu dipanggil. Dia berkata dan berwasiat terhadapanaknya: Anakku, aku akan pergi meninggalkan engkau untukselama lamanya dan engkau akan tinggal sendirian menjadiyatim piatu, kerana ibumu sudah meninggal lebih dahulu. Tidakada pula peninggalanku untukmu, kecuali sapi se ekor.
Peliharalah sapi itu sampai besar. Aku doakan kepada Tuhan,agar hidupmu mendapat perlindunganNya.
Setelah orang tua itu meninggal dunia, maka tinggallah anak ituseorang diri dengan se ekor sapi itu, sebagai harta pusakapeninggalan bapanya. Sapi itu sesuai dengan wasiat bapanya,dijaganya baik dengan selalu ia memohon pertolongan sertaperlindungan dari Allah s.w.t.
Tidak jauh dari tempat itu, di kalangan Bani Israel itu juga,terdapat pula orang tua. Berbeza dengan orang tua yang sudahmeninggal dunia itu, kerana orang tua ini adalah orang yangkaya raya, mempunyai harta benda yang amat banyak, yangtidak ada tolok bandingannya dalam masyarakat di kala itu.
Orang ini pun hanya mempunyai seorang anak pula.
Kepadanyalah semua harta benda peninggalan (pusaka) ituharus diserahkan, bila bapanya itu sudah meninggal dunia nanti.

Tetapi orang tua itu mempunyai beberapa orang anak saudaradan famili pula, yang kesemuanya menginginkan harta yangakan ditinggalkan itu. Namun menurut aturan ketika itu, selamaada anak, orang lain walaupun siapa saja tidak mendapatbahagian dari harta peninggalan itu. Akhirnya timbullah nafsudan fikiran jahat dalam hati mereka, untuk mendapatkan hartasebanyak itu. Mereka semua sepakat akan membunuh anak yangberhak itu dan kemudian mereka akan berlepas diri tentang pembunuhan ini, akan menuntut kepada Musa untukmenghukum pembunuhnya. Akal busuk ini segera dijalankan dengan teratur sekali, sehingga tidak seorang juga yang dapatmengetahui rahsianya.

Begitulah, dengan cara yang sangat teliti sekali, pembunuhan terhadap anak itu mereka lakukan, sehingga seorang manusiapun tidak ada yang mengetahuinya, siapa sebenarnya yang menjadi pembunuhnya. Keesokan harinya dengan berpura pura sedih dan dalam keadaan berkabung atas kematian sepupunya yang tercinta itu mereka bersama sama datang ke tempat Musa untuk mengadukan pembunuhan kejam itu agar dapat menutupi kejahatan yang mereka lakukan sendiri. Malah mereka menuntut kepada Nabi Musa; agar pembunuhnya segera ditangkap dan dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya.

Walau bagaimanapun Musa menyelidiki kejadian yang gelap ini,masalahnya masih tetap gelap juga, tidak dapat diketahuinya,siapa sebenarnya yang menjadi pembunuhnya. Akhirnya NabiMusa mendo'a kepada Allah tentang masalah gelap ini. Allah lalu memerintahkan kepada Musa, agar kepada semua orang yang datang mengadu itu, diwajibkan menyembelih seekor sapi dan dengan sapi yang disembelih itu, Musa diperintahkan Tuhan untuk memukul orang yang sudah mati terbunuh itu. 

Dengan cara ini orang yang sudah mati itu akan hidup kembali dan dapat menceritakan sendiri siapa yang telah membunuhnya. Lalu Musa memerintahkan kepada mereka itu untuk menyembelih seekor sapi.

Sungguh ganjil sekali perintah itu menurut pandangan mereka,sebab tidak ada hubungannya dengan tuntutannya. Mereka berkata: Apakah engkau hendak mempermainkan kami? Dengan tegas dijawab oleh Nabi Musa: Aku berlindung diri kepada Allah,bahwa aku akan menjadi orang bodoh.

Entah karena masih belum percaya, entah karena iterhadap perintah ini, mereka menjawab lagi kepada Musa:Tanyakan kepada Tuhanmu, sapi yang bagaimanakah yang dimaksudkan Tuhan itu?

Musa kembali mendo'a dan bertanya kepada Tuhan, sapi yang bagaimanakah yang dimaksudkan Tuhan dalam perintah itu.

Setelah Tuhan menerangkan keadaan sapi yang dimaksudkanitu, lalu Nabi Musa menyampaikan keterangan Tuhan itu kepada mereka dengan berkata: Tuhan mengatakan, sapi itu adalah sapiyang tidak tua dan tidak pula muda, yaitu pertengahan antara tua dan muda. Kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan itu!

Kembali mereka meminta, agar Nabi Musa kembali mendo'a dan bertanya kepada Tuhan, tentang bagaimana warna sapi yang dimaksudkan itu. Setelah Nabi Musa mendo'a dan bertanya kembali kepada Tuhan, maka diterangkan Tuhan tentang warna sapi itu, lalu oleh Nabi Musa disampaikan pula kepada mereka : Bahwa Tuhan berkata, aitu sapi yang berwarna kuning dengan warna yang cemerlang dan dapat menggembirakan orang yang melihatnya.

Dengan jawaban ini, mereka masih bertanya lagi dengan menyatakan, bahwa mereka masih ragu ragu, ia minta supayaNabi Musa berdo'a dan bertanyakan kepada Tuhan sekali lagi,yang bagaimana yang benar benar dimaksudkan oleh Tuhan itu.

Musa mendo'a dan bertanya lagi kepada Tuhan, serta mendapatjawapan pula. Segera Musa menyampaikan apa yang diterangkan Tuhan itu kepada mereka: yaitu sapi yang tidak jinak untuk dipergunakan membajak sawah dan pengangkut air dan harus yang bersih, tidak ada belang warnanya sedikit juga.

Dengan pertanyaan yang terus menerus terhadap apa yang mulamula diperintahkan Tuhan terhadap mereka, akhirnya merekadiharuskan mencari sapi yang banyak sekali syarat syaratnya.

Beberapa hari lamanya mereka berjalan ke sana ke mari untukmencari sapi sebagai yang diterangkan itu, tetapi tidak merekadapati. Sulit sekali mencari sapi yang berwarna kuning sertacemerlang, apa lagi harus bersih yang tidak ada belangnya samasekali, ditambah pula harus yang tidak jinak, sedangkanumumnya sapi sudah biasa dipergunakan orang untuk membajakatau mengangkut air.

Sesudah bersusah payah mencarinya, akhirnya merekamenjumpai juga se ekor sapi yang memenuhi syarat syarat yangditentukan itu, iaitu se ekor sapi pusaka yang diwariskan olehorang tua soleh kepada anaknya yang masih kecil serta yatimpiatu, sebagaimana diterangkan terdahulu. 

Oleh kerana sapi inisapi pusaka yang dipelihara dengan pemeliharaan yang luarbiasa pula, maka anak ini tidak mahu dan tidak mempunyaikeinginan sama sekali untuk menjualnya, apa lagi sapinya ituakan dibeli orang untuk disembelih pula.
Tetapi kerana ini adalah perintah Allah, maka dengan cara yangbagaimana juga sapi itu harus mereka peroleh. Akhirnya keranauntuk keperluan menjalankan perintah Allah, anak itu pun relajuga menjual sapinya, tetapi harus dibeli dengan harga yangsetinggi tingginya, kerana memang hanya sapi yang se ekoritulah kekayaannya di atas dunia ini.

Setelah sapi itu mereka beli, lalu disembelihnyalah, lidahnyasegera diambil oleh Nabi Musa, lalu menuju ke tempat orangyang mati terbunuh itu yang sudah lama dikuburkan. Setelahdisuruhnya membongkar kuburan itu, mayat itu pun lalu dipukuloleh Nabi Musa dengan lidah sapi, mayat itu pun hidup kembali.


Maka ditanyakan kepadanya, siapa yang membunuhnya mayatitu ditunjukkan bahwa yang membunuhnya adalah merekayang datang mengadu kepada Musa itu. Dengan kejadian ini,terbukalah rahsia selama ini dan tersimpul pula berbagai bagaipengajaran dan peringatan yang sangat tinggi nilai sertaharganya, untuk orang orang yang percaya kepada Tuhan.


Untuk melihat DAFTAR PENCARIAN ARTIKEL klik disini http://www.ungarankota.com/2015/05/daftar-pencarian-artikel.html

0 komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR FACEBOOK